Definisi Perilaku Konsumen, Riset Pasar, dan CRM (Customer Relationship Management)
"CP8 e-commerce Univeritas Dhyana Pura"
Tugas 8
Dalam
dunia bisnis, konsumen adalah oksigen bagi kita. Tanpa adanya konsumen kita
tidak mampu mejalankan bahkan melanjutkan usaha kita dengan baik. Pengusha
perlu mengetahui bagaimana cara agar konsumen tetap setia dan mau menggunakan
produk dan jasa yang kita tawarkan. Maka dari itu pengusaha harus mendekati
kosumen untuk mengetahui apa yang mereka butuhkan dan inginkan dan pola pola
dari periakunya.
1. Perilaku
Konsumen
Perilaku konsumen adalah proses yang
dilalui oleh seseorang/ organisasi dalam mencari, membeli, menggunakan,
mengevaluasi, dan membuang produk atau jasa setelah dikonsumsi untuk memenuhi
kebutuhannya. Konsumen akan menunjukkan tiga tahap perilakunya dalam
mengonsumsi ataupun mengunakan barang dan jasa . Pada tahap sebelum pembelian
konsumen akan melakukan pencarian informasi yang terkait produk dan jasa. Pada
tahap pembelian, konsumen akan melakukan pembelian produk, dan pada tahap
setelah pembelian, konsumen melakukan konsumsi atau penggunaan produk, kemudian
mengevaluasi kinerja produk, dan akhirnya membuang produk setelah digunakan.
Konsumen memiliki peran yang
berbeda-beda, mereka mungkin berperan sebagai :
(1)
Initiator adalah individu yang
mempunyai inisiatif pembelian barang tertentu
(2) Influencer adalah individu yang
berpengaruh terhadap keputusan pembelian. Informasi mengenai kriteria yang diberikan
akan dipertimbangkan baik secara sengaja atau tidak
(3) Decider
adalah yang memutuskan apakah akan membeli atau tidak, apa yang akan dibeli,
bagaimana membelinya.
(4) Buyer
adalah individu yang melakukan transaksi pembelian sesungguhnya.
(5) User
yaitu individu yang mempergunakan produk atau jasa yang dibeli.
Dalam mendesain jenis barang atau
jasa yang akan ditawarkan kepada konsumen. Untuk memudahkan perusahaan dalam
upayanya untuk lebih memahami
konsumennya sehingga mereka dapat
memenuhi kebutuhan dan keinginan konsumen, perusahaan dapat menggolongkan
konsumennya ke dalam kelompok yang memiliki kemiripan tertentu, yaitu
pengelompokan menurut geografi, demografi, psikografi, dan perilaku.
2. Riset Pasar
Tidak ada bisnis kecil
yang bisa sukses tanpa pemahaman tentang konsumen, produk, layanan, dan
pasarnya secara umum. Kompetisi sering kali kejam dan beroperasi tanpa
melakukan riset memungkinkan kompetitor mengambil keuntungan dari kita. Riset
pasar memberikan pengusaha gambaran tentang jenis produk dan layanan baru yang
mungkin memberikan keuntungan. Untuk jenis produk dan layanan yang sudah
tersedia, riset pasar bisa memberitahukan perusahaan apakah mereka berhasil
memenuhi kebutuhan dan harapan konsumen. Riset pasar berfokus pada pasar yang
telah ditentukan dengan produk barang atau jasa yang spesifik. Riset psar merupkan faktor kunci untuk
mendapatkan keuntungan lebih dari pesaing, karena Riset pasar menyediakan
informasi penting untuk mengidentifikasi dan menganalisis kebuthan pasar,
ukuran pasar dan persaingan. Hasil riset pasar bermanfaat untuk membnetu
perushaan dalam mengambil keputusan yang berkualitas dengan tujuan untuk
membuat perusahaan tetap dapat bertahan hidup dalam persainagan bisnis.
Perusahaan dapat mengidentifikasi peluang untuk bisnis dan dalam waktu yang sama bertujan untuk
mencegah benag yang datang dari pasar dan juga data data riset membuat kita selalu tahu , update tentang
konsumen serta pesaing dan upaya pemasarannya.
3. Customer Relationship Manajement
(CRM)
Customer Relationship
Manajement adalah sebuah sistem informasi yang terintegrasi yang digunakan
untuk merencanakan, menjadwalkan, dan mengendalikan aktivitas-aktivitas
prapenjualan dan pascapenjualan dalam sebuah organisasi. CRM melingkupi semua
aspek yang berhubungan dengan calon pelanggan dan pelanggan saat ini, termasuk
di dalamnya adalah pusat panggilan (call center), tenaga penjualan (sales
force), pemasaran, dukungan teknis (technical support) dan layanan lapangan
(field service). untuk meningkatkan pertumbuhan jangka panjang dan
profitabilitas perusahaan melalui pengertian yang lebih baik terhadap kebiasaan
(behavior) pelanggan. CRM bertujuan untuk menyediakan umpan balik yang lebih
efektif dan integrasi yang lebih baik dengan pengendalian return on investment
(ROI) di area ini. CRM mencakup metoda dan teknologi yang digunakan perusahaan
untuk mengelola hubungan mereka dengan pelanggan. Informasi yang disimpan untuk
setiap pelanggan dan calon pelanggan dianalisa dan digunakan untuk tujuan ini.
Proses otomasi dalam CRM digunakan untuk menghasilkan personalisasi pemasaran
otomatis berdasarkan informasi pelanggan yang tersimpan di dalam sistem.
Customer relationship management adalah strategi tingkat korporasi, yang
berfokus pada pembangunan dan pemeliharaan hubungan dengan pelanggan. Beberapa
paket perangkat lunak telah tersedia dengan pendekatan yang berbeda-beda
terhadap CRM. Bagaimanapun, CRM bukanlah teknologi itu sendiri, tapi ia adalah
pendekatan holistik terhadap falsafah organisasi, yang menekankan hubungan yang
erat dengan pelanggan. CRM mengurus filosofi organisasi pada semua tingkatan,
termasuk kebijakan dan proses, customer service, pelatihan pegawai, pemasaran,
dana manajemen sistem dan informasi. Sistem CRM mengintegrasikan pemasaran,
penjualan, dan customer service dari ujung ke ujung. Sistem CRM harus bisa
menjalankan fungsi :
·
Mengidentifikasi
faktor-faktor yang penting bagi pelanggan.
·
Mengusung
falsafah customer-oriented (customer centric)
·
Mengadopsi
pengukuran berdasarkan sudut pandang pelanggan
·
Membangun
proses ujung ke ujung dalam melayani pelanggan
·
Menyediakan
dukungan pelanggan yang sempurna
·
Menangani
keluhan/komplain pelanggan
·
Mencatat
dan mengikuti semua aspek dalam penjualan
· Membuat
informasi holistik tentang informasi layanan dan penjualan dari pelanggan
Nama : Markus Ellyas O. Keo
NIM : 14110116188

Komentar
Posting Komentar